Ciri ciri penyakit HIV/AIDS yang harus diketahui

Ciri ciri penyakit HIV/AIDS yang harus diketahuiKali ini saya akan mencoba membahas tentang ciri ciri penyakit hiv/aids yang harus diketahui setiap orang. Banyak masyarakat awam yg belum mengetahui penyakit HIV/AIDS bagaimana ciri cirinya simaklah penjelasn berikut.

Virus HIV dikenal pertama kali di Afrika pada abad ke 20 dan sudah tersebar ke seluruh dunia melalui perpindahan manusia. Saat ini, tidak ada negara yang tidak menderita akibat kematian warganya dan besarnya dana perawatan dan pencegahan penyebaran virus HIV.

HIV adalah virus yang menyerang dan menghancurkan sistem kekbalan tubuh manusia. AIDS adalah kondisi pada pengidap HIV yang mengalami sakit serius karena sistem tubuhnya tidak lagi berfungsi secara efektif dalam melawan penyakit.

Ciri ciri penyakit hiv/aids yang harus di ketahui

HIV/AIDS

Ciri ciri penyakit HIV/AIDS yang harus diketahui

1. Pengertian

Human imunodefisiensi Sindrome (HIV) dan yang disebut acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah suatu penyakit virus yang menyebabkan kolapsnya system imun (Corwin, 2009). AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV (Kemenkes, 2012). Sindrom immunodefisiensi didapat atau yang disebut acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) diartikan sebagai bentuk paling berat dari keadaan sakit terus-menerus yang berkaitan dengan infeksi human immunodeficiency virus yang dikenal dengan HIV (Brunner and Suddarth, 2013).

2. Penyebab

Penyakit AIDS disebabkan oleh infeksi virus immunodeficiency manusia (human immunodeficiency virus). Diketahui terdapat dua jenis virus HIV, yaitu HIV-1 dan HIV-2 (Corwin, 2009). Virus ini adalah suatu retrovirus dengan materi genetik dalam asam ribonukleat (RNA), yang menginfeksi sel T pembantu (T4 limfosit), makrofag dan sel B (Black and jane, 2014). Limfosit T atau sel T pembantu mempunyai peranan yang penting dalam regulasi sistem imun dan masing-masing mempunyai marker permukaan seperti CD4, CD8, CD3+(Brunner dan suddart, 2013).

3. Patofisiologi

Virus yang masuk kedalam tubuh ODHA akan bergabung dengan DNA sel pasien. Sebagian pasien memperlihatkan gejala tidak khas infeksi seperti demam, nyeri menelan, pembengkakan kelenjar getah bening, ruam, diare atau batuk pada 3-6 minggu setelah infeksi. Kondisi ini dikenal dengan infeksi primer. Selama infeksi primer, jumlah limfosit CD4+ dalam darah menurun dengan cepat yang membuat pasien mungkin terkena infeksi oportunistik. Setelah infeksi akut, dimulailah infeksi HIV asimptomatis, yang berlangsung 8-10 tahun. Tetapi ada sekelompok orang yang perjalanan penyakitnya sangat cepat, hanya sekitar 2 tahun (Nursalam dan Ninuk, 2013).

4. Stadium penyakit

Menurut WHO dalam Nursalam dan Ninuk (2013), klasifikasi klinis infeksi HIV dibagi dalam empat stadium yaitu:

a. Stadium I : asimptomatik, aktivitas normal dengan gambaran klinis limfadenopati generalisata

b. Stadium II : Simptomatik, aktifitas normal dengan gambaran klinik:

1).Berat Badan menurun < 10%
2).Kelainan kulit dan mukosa yang ringan seperti dermatitis seboroik, prurigo.
3).Herpes zoster dalam 5 tahun terakhir
4).Infeksi saluran nafas bagian atas, seperti sinusitis bakterialis

c. Stadium III : pada umunya lemah, aktifitas ditempat tidur kurang dari 50%, dengan gambaran klinis:

1).Berat badan menurun > 10%
2).Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
3).TB paru dalam tahun terakhir

d. Stadium IV : pada umunya sangat lemah, aktifitas ditempat tidur > 50%, dengan gambaran klinis:

1).Pneumonia Pneumocytis carinii
2).Diare Kriptosporidiosis lebih dari 1 bulan
3).Sarkoma Kaposi

5. Cara penularan

Ciri ciri penyakit HIV/AIDS yang harus diketahui ~ Cairan tubuh yang potensial menjadi media penularan HIV adalah darah, cairan mani, cairan vagina, dan di dalam air susu ibu (ASI). Pada umumnya resiko penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seksual (homoseksualitas maupun heteroseksualitas). Penularan melalui darah biasanya dengan perantara transfusi darah/produk darah, alat suntik atau alat medis lain (narkoba, tato), perinatal (ibu hamil ke janin) (Nursalam, 2006).

Baca Juga: Cara mengobati flek paru

Didalam Permenkes No. 74 tahun 2014 disebutkan cara penularan infeksi HIV, yaitu melalui :

  • Cairan tubuh yang terinfeksi HIV seperti : semen, cairan vagina atau darah selama berhubungan seksual yang tidak aman
  • Transfusi darah yang terinfeksi HIV
  • Pengguna NAPZA suntik yang bertukar jarum suntik tidak steril
  • Alat tato/Skin piercing
  • Dari ibu yang terinfeksi HIV kebayinya selama kehamilan, melahirkan dan menyusui.

6.Pemeriksaan Laboratorium

Didalam Permenkes No. 74 tahun 2014 disebutkan cara penularan infeksi HIV, yaitu melalui : Pemeriksaan laboratorium untuk pasien yang terinfeksi HIV adalah pemeriksaan jumlah CD4, tetapi apabila CD4 tidak tersedia, total hitung limfosit juga bisa berguna (Nursalam danNinuk, 2013). Rentang rata-rata laboratorium bagi hitung sel T CD4+ adalah 500/mm3 – 1.600/ mm3. Penurunan fisiologis secara bertahap terjadi pada sel ini sampai jangka hidup individu. Pada orang dewasa jumlah sel CD4+ dibawah 200/ mm3 dianggap rendah dan berbahaya serta kemungkinan terjadi infeksi (Black dan Jane, 2014). Sedangkan rentang nilai normal limfosit adalah 2000/ mm3. Apabila hitung limfosit total <1200/ mm3, sudah dianggap rendah (Kemenkes, 2011).

7. Komplikasi

a.Oral lesi
Lesi ini disebabkan karena jamur kandidia, herpes simpleks, sarcoma kaposi, HPV oral, gingivitis, periodonitis HIV, leukoplakia oral, penurunan berat badan, keletihan, dan cacat.

b.Neurologik
Pada neurologik, virus ini dapat menyebabkan kompleks dimensia AIDS karena serangan langsung HIV pada sel saraf, berefek perubahan kepribadian, kerusakan kemampuan motorik, kelemahan, disfagia, dan isolasi sosial. Enselopaty akut karena reaksi terapeutik, hipoksia, hipoglikemia, ketidakseimbangan elektrolit, meningitis atau ensepalitis. Dengan efek seperti sakit kepala, malaise demam, paralise, total/parsial, infrak serebral kornea sifilis meningovaskuler, hipotensi sistemik, dan maranik endokarditis.

c.Gastrointestinal
Pada gastrointestinal dapat menyebabkan beberapa hal seperti: diare karena bakteri dan virus, pertumbuhan cepat flora normal, limpoma, dan sarcoma kaposi. Dengan efek penurunan berat badan, anoreksia, demam, malabsorbsi, dan dehidrasi. Hepatitis karena bakteri dan virus, limpoma, sarcoma kaposi, obat illegal, alkoholik. Dengan anoreksia, mual, muntah, nyeri abdomen, ikterik, demam atritis. Penyakit anorektal karena abses dan fistula, ulkus dan inflamasi perianal yang sebagai akibat infeksi dengan efek inflamasi sulit dan sakit, nyeri rectal, gatal-gatal dan diare.

d.Respirasi Infeksi
Disebabkan oleh virus pneumocitis, carinii, cytomegalovirus, virus influenza, pneumococcus, dan strongyloides dengan efek nafas pendek, batuk, nyeri, hipoksia, keletihan, dan gagal nafas.

e.Dermatologik Lesi kulit
Disebabkan oleh virus stafilokukus, virus herpes simpleks dan zoster, dermatitis karena xerosis, reaksi otot, lesi scabies/tuma, dan dekubitus dengan efek nyeri, gatal, rasa terbakar, infeksi sekunder dan sepsis.

f.Sensorik pada bagian sensorik
virus menyebabkan pandangan pada sarcoma kaposis pada konjuntiva berefek kebutaan. Pendengaran pada otitis eksternal dan otitis media, kehilangan pendengaran dengan efek nyeri.

8. ODHA

Ciri ciri penyakit HIV/AIDS yang harus diketahuiODHA adalah sebutan untuk orang-orang yang telah mengidap HIV/AIDS, kepanjangan dari Orang Dengan HIV dan AIDS. Mungkin beberapa lapisan masyarakat belum bisa menerima ODHA dilingkungan mereka karena mereka menganggap ODHA itu membahayakan. ODHA tidak pantas dijauhi karena respon masyarakat terhadap virus HIV merupakan pengaruh bagi ODHA.

Sebenarnya dukungan dan respon yang positif dari orang-orang disekitar ODHA adalah orang-orang yang sebenarnya bisa memberikan semangat untuk berpikir positif untuk hidupnya dan juga bisa memberikan hal-hal yang berguna bagi masyarakat disekitar ODHA tersebut.

Jadi sebaiknya sebisa mungkin penderita HIV/AIDS tidak perlu dijauhi karena mereka membutuhkan dukungan dari orang orang yang mereka cintai terutama keluarga. Selain itu keluarga juga merupakan pihak pertama yang berhak dan berkewajiban atas kondisi penderita. Jika dalam keluarga saja penderita sudah dikucilkan bagaimana dengan dunia di luar keluarga. Sudah seharusnya keluarga yang menjadi pendamping, pendukung, dan pelindung bagi ODHA.

9. Pengobatan

Menang hingga kini, belum dapat ditemukan pengobatan yang dapat mengobati virus HIV. Namun, telah ditemukan pengobatan yang dapat memperlambat penyebaran virus HIV. Pengobatan ini juga dapat memperpanjang hidup penderitanya sehingga penderita nya dapat memiliki hidup yang normal.